HARI KEBANGKITAN NASIONAL DAN RELEVANSINYA DENGAN TUGAS PELAJAR MUSLIM
HARI KEBANGKITAN NASIONAL DAN RELEVANSINYA
DENGAN TUGAS PELAJAR MUSLIM
Oleh: Dr. Samsi, SHI., MA

Setiap tahun tepatnya pada tanggal 20 Mei , bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Momentum ini mengingatkan kita pada tahun 1908, ketika para pemuda, pelajar dan masyarakat sadar bahwa perjuangan melawan penjajah tidak bisa lagi dilakukan dengan otot secara kedaerahan, melainkan harus dengan persatuan, pemikiran, dan Pendidikan.
Bagi kita umat Islam, semangat bangkit dari keterpurukan dan kebodohan bukanlah hal yang asing. Islam adalah agama yang turun dengan perintah membaca (Iqra’), agama yang sangat menghargai ilmu pengetahuan, dan mendorong umatnya untuk menjadi pemimpin peradaban. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11) Ayat ini menegaskan bahwa kebangkitan suatu bangsa, perubahan nasib sebuah negeri, tidak akan jatuh dari langit begitu saja. Perubahan itu harus dijemput dengan usaha, kerja keras, dan kesadaran dari dalam diri kita sendiri. Lantas, siapakah motor penggerak kebangkitan saat ini? Jawabannya ada di pundak para pelajar dan pemuda Muslim. Pelajar hari ini adalah pemimpin di masa depan, (Syubbanaul yaum rijaalul ghodd). Jika pelajar hari ini rapuh, maka masa depan bangsa dan umat ini juga akan ikut rapuh.
Oleh karena itu, ada tiga tugas utama pelajar Muslim dalam mengisi semangat Kebangkitan Nasional saat ini:
Pertama, Menuntut Ilmu dengan Sungguh-Sungguh (Jihad fi tholabil Ilmi). Tugas utama seorang pelajar adalah belajar. Belajar dalam Islam bukan sekadar mencari nilai atau ijazah untuk bekerja, melainkan sebuah kewajiban agama. Rasulullah SAW bersabda: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah). Pelajar Muslim tidak boleh malas, tidak boleh mudah menyerah, dan tidak boleh membuang-buang waktu dengan hal yang sia-sia seperti kecanduan game, gaget, tawuran, atau terjerumus narkoba. Bangkitlah dengan prestasi!
Kedua, memadukan Ilmu dengan ahlak terpuji. Pintar saja tidak cukup. Kebangkitan nasional tidak akan tercapai jika bangsa ini dipimpin oleh orang-orang pintar yang tidak jujur, yang suka korupsi, dan tidak amanah. Pelajar Muslim harus memiliki kecerdasan intelektual sekaligus keluhuran ahlak. Ingatlah sabda Nabi SAW: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Al-Baihaki).
Ketiga, menjadi agen perubahan yang bermanfaat. Pelajar Muslim harus menjadi solusi di tengah masyarakat, bukan menjadi beban. Jadilah pemuda yang aktif dalam kebaikan, kreatif, inovatif, dan selalu menyebarkan kedamaian serta kemanfaatan untuk sesama. Seorang penyair mesir yang terkenal, Mustafa Al-Ghalayini, mengatakan: "Sesungguhnya di tangan pemudalah urusan umat, dan di dalam langkah-langkah merekalah terletak masa depan urusan suatu umat." (kata Mutiara)
Kebangkitan generasi muda tentu tidak akan bisa terwujud tanpa adanya sinergi yang kuat dari dua pilar utama, yaitu orang tua dan para guru. Bagi para orang tua, rumah adalah madrasah pertama (al-madrasatul ula). Tugas kita bukan sekadar mencukupi kebutuhan materi, tapi yang paling utama adalah menanamkan fondasi iman, membentuk karakter yang jujur, dan memberikan keteladanan yang baik di rumah. Bagi para guru dan pendidik, mereka adalah pelita di tengah kegelapan. Tugas mereka bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan juga menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak (transfer of value). Di tangan merekalah, potensi-potensi besar pelajar muslim ini diasah dan diarahkan.
Mari kita jadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini sebagai titik balik bagi kita semua—pelajar, guru, dan orang tua—untuk saling bergandengan tangan, bergerak bersama demi menjemput masa depan bangsa dan umat yang lebih gemilang. Wallahu a’lam
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Alhamdulillah! Pelaksanaan Ibadah Qurban MTsN 13 Jakarta Tahun Pelajaran 2025/2026 Berjalan Sukses dan Penuh Berkah
JAKARTA – Segenap keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 13 Jakarta patut memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Rangkaian kegiatan penyembelihan hewan qurb
PMBM Tahun 2026
Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) MTsN 13 Jakarta Tahun Ajaran 2026-2027 Resmi Dibuka! Halo calon peserta didik baru! MTsN 13 Jakarta kembali membuka kesempatan bagi putra-putri te
PMBM Tahun 2026
Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) MTsN 13 Jakarta Tahun Ajaran 2026-2027 Resmi Dibuka! Halo calon peserta didik baru! MTsN 13 Jakarta kembali membuka kesempatan bagi putra-putri te
PMBM Tahun 2026
Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) MTsN 13 Jakarta Tahun Ajaran 2026-2027 Resmi Dibuka! Halo calon peserta didik baru! MTsN 13 Jakarta kembali membuka kesempatan bagi putra-putri te
PMBM Tahun 2026
Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) MTsN 13 Jakarta Tahun Ajaran 2026-2027 Resmi Dibuka! Halo calon peserta didik baru! MTsN 13 Jakarta kembali membuka kesempatan bagi putra-putri te
PMBM Tahun 2026
Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) MTsN 13 Jakarta Tahun Ajaran 2026-2027 Resmi Dibuka! Halo calon peserta didik baru! MTsN 13 Jakarta kembali membuka kesempatan bagi putra-putri te
Membanggakan! Enam Pramuka Penggalang MTsN 13 Sukses Tembus Jambore Nasional XII 2026
JAKARTA – Alhamdulillah, kabar gembira dan penuh kebanggaan datang dari kegiatan ekstrakurikuler Pramuka MTsN 13. Sebanyak enam siswa-siswi terbaik madrasah berhasil menorehkan pr
Pelaksanaan TKA MTsN 13 Jakarta Berjalan Sukses
Jakarta (Humas MTsN 13 Jakarta) — Untuk pertama kalinya, MTs Negeri 13 Jakarta menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pelaksanaan TKA yang masuk dalam Gelo
